Love you all
Wanita Solehah
Jumat, 29 November 2013
Aku Bangga Menjadi Muslimah
Aku bangga menjadi muslimah
Disaat yang lain bangga menjadi wanita modern
Aku bangga Jilbabku menjuntai kedada
Disaat yang lain bangga mengikuti mode
Aku bangga menjadi pengurus kerohanian Islam
Disaat yang lain lena, Aku tak peduli
Dengan anggapan sok suci
Karena aku tahu apa yg aku lakukan
Awalnya aku tidak percaya diri….
Dengan pakaian yg tertutup rapi….
Teman-teman berkata aku tidak trendy…..
Tapi Abi berkata aku Cantik begitchu…
pun Ummi…..
Wahai Kawan yang bermimpi sanjungan……
Cantik bukanlah buka-bukaan….
Cantik bukanlah selalu berdandan….
Dan cantik bukan berarti seorang pujaan….
Ku ulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku…..
Ku longgarkan pakaianku sehingga tertutup bentuk tubuhku…..
kulakukan itu semua demi Cintaku pada Rabbi-ku….
Dan kuberbisik dalam hatiku,,,
Semoga Allah kagum melihatku….
Andai semua orang memahami…
cantik lahir bukanlah ukuran…..
Tapi cantik hati memikat semua orang….
Dan terutama budi pekerti seperti yang Rasul contohkan…..
Maka saudariku, peliharalah aurat........
♥ Aurat tidak akan tertutup dengan berperangai yang BAIK,,,
♥ Aurat tidak tertutup dengan sifat LEMAH LEMBUT,,,
♥ Aurat tidak akan tertutup dengan kata-kata yang BAIK,,,
♥ tetapi aurat hanya akan tertutp dengan PAKAIAN yang SEMPURNA,,,
Mudah-Mudahan AKHLAK dibalik pakaian itu, jauh lebih INDAH dari pada pakaiannya...
Amiin.....!
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya dan berkata: “Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan.
(HR. Abu Daud dan Baihaqi).
sebarkan tausiyah ini pada teman anda
"Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena ajakanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada menyedekahkan unta yang berwarna merah (yang paling bagus)"
(HR. Bukhari : 4210 dan Muslim : 34/2406)
Riya’ dan Sum’ah
Riya’ adalah lawan dari ikhlas, menampakkan ibadah dengan niat mencari pandangan manusia, sehingga pelakunya akan dipuji, dan dia mengkarapkan pujian dan pengagungan dan takut kehilangan hal itu. Sum’ah adalah beramal agar didengar orang. Sedangkan ujub
merupakan sahabat riya’. Ibnu Taimiyah menerangkan perbedaan keduanya. “Riya adalah perbuatan syirik dengan sebab makhluk, sedangkan ujub adalah perbuatan syirik dengan sebab diri sendiri.”
Adapun perbedaan antara riya’ dan sum’ah menurut Al-Hafizh, yaitu riya’ merupakan adanya amal yang diperlihatkan seperti shalat, sedangkan sum’ah merupakan amalan yang diperdengarkan seperti membaca, memberi nasihat, atau dzikir. Menceritakan amalnya (dengan maksud agar didengar) juga termasuk sum’ah.
Nabi bersabda,
“Yang paling aku atas kalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, ‘wahai Rasulullah, apakah syirik kecil itu? Beliau menjawab, ‘Riya.’ (Riwayat Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Baghawi)
Rasulullah juga bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُ كُمْ بِمَا هُوَ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ عِتْدِيْ مِنَ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ؟ قَالُوا: بَلَى يَا رَسُوْلَ اللهِ. قَالَ: الشِّرْكُ الْخَفِيُّ: يَقُوْمُ الرَّجُلُ فَيُصَلِّيْ فَيُزَيِّنُ صَلاَ تَهُ لِمَا يَرَى مِبْ نَظَرَ رَجُلٍ
“Maukah kamu aku beritahu tentang sesuatu yang menurutku lebih aku khawatirkan terhadap kamu daripada Al-Masih Ad-Dajjal.” Para sahabat menjawab, ‘Baiklah, wahai Rasulullah.’ Beliau pun bersabda, ‘Syirik tersembunyi, yaitu ketika seseorang berdiri shalat, dia perindah shalatnya karena tahu ada orang lain yang memperhatikannya.’” (Riwayat Imam Ahmad)
Riya’ murni, biasanya tidak akan terjadi pada orang mukmin dalam menjalankan kewajiban shalat dan puasa. Akan tetapi, terkadang terjadi dalam sedekah yang wajib atau ibadah haji, atau amal-amal lain yang zhahir atau yang bermafaat lebih banyak. Dalam amal-amal seperti itu, lebih berat untuk ikhlas. Tak diragukan lagi, jika seorag muslim melakukan yang demikaian akan menggugurkan ibadahnya dan mendapat siksa dari Allah. Terkadang pula orang beramal karena Allah tetapi dibarengi riya’. Jika hal itu terjadi sejak awal niat, maka hal itu sama dengan meniatkan ibadah kepada selain Allah.
“Barangsiapa shalat dengan riya, maka benar-benar ia telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa berpuasa dengan riya’, maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya. Barangsiapa bersedekah dengan riya’ maka ia benar-benar telah menyekutukan-Nya. Sesungguhnya Allah berfirman, ‘Aku adalah sebaik-baik pengambil bagian bagi oarng yang membuat sekutu kepada-Ku. Barangsiapa membuat sekutu kepada-Ku dengan sesuatu, kebaikan amalnya –sedikit dan banyaknya– adalah untuk sekutunya yang dia sekutukan kepada-Ku dengannya. Aku adalah Maha Cukup untuk tidak menerimanya.” (Riwayat Ahmad)
OBAT RIYA’
Nabi bersabda,
“Tidaklah Allah menurunkan penyakit, kecuali dengan obatnya.” (Riwayat Bukhari)
adapun obatnya antara lain adalah:
Hendaklah seseorang itu mengilmui dengan yakin bahwa dirinya adalah sekedar hamba Allah, sedangkan hamba itu tidak berhak menuntut pemberian atau balasan, sebab dia beramal itu hanya karena tuntutan peribadahan saja.
Hendaklah seorang hamba dalam beribadah kepada-Nya dengan penuh cinta, memohon pahala, dan takut terhadap murka-Nya.
Senantiasa instropeksi terhadap amalan, apakan dilakukan dengan ikhlas atau riya’.
Selalu mohon ampun pada Allah dan berlindung dari riya’.
Memperbanyak ibadah sunnah yang terjauh dari pandangan manusia, seperti shalat malam, shadaqah siriyyah (sembunyi-sembunyi), menangis karena takut kepada-Nya, dan sebagainya.
Mengenali riya’ dan penyebabnya, hingga bisa mewaspadai datangnya.
Senantiasa memperhatikan akibat riya’ baik di dunia dan akhirat.
Selalu berdoa pada Allah agar ditetapkan hatinya di atas ketaatan kepada-Nya.
يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْ بَنَا عَلَي طَاعَتِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, balikkanlah hati kami di atas ketaatan-Mu.”
Nabi bersabda,
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamilah (pakaian dari sutera atau wol yang indah-red). Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.” (Riwayat Bukhari)
Sungguh celaka orang-orang yang memberi sumbangan dengan niat agar organisasi, perusahaan, atau tempat mereka bekerja mendapat keuntungan dari sumbangannya tersebut. Celakalah hamba perusahaan!
Ada lagi yang membuka posko-posko kesehatan dan bantuan demi partainya. Mereka memberi bantuan agar para korban menjadi simpati dengan partainya. Sehingga dalam pilihan nanti, akan mendapat tambahan suara. Sungguh sangat disesalkan dan memalukan, mengambil kesempatan dalam kesempitan. Benar-benar celaka hamba partai!
Sumber: Majalah As-Sunnah, No. 08/IV/1421-2000
... JANGAN DEKATI ZINA ...
“Dan janganlah kamu dekati zina. Sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (Al-Isra’:32).
Zina itu adalah suatu jalan yang buruk dan termasuk ke dalam salah satu dosa besar. Jangankan melakukan zina, sedangkan mendekatinya saja sudah jelas-jelas dilarang .Pintu-pintu yang mengarah kepada perbuatan maksiat ini dengan tegas hendaknya kita tutup,diantaranya adalah berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahram.
Dari Jabir Bin Samurah ,Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duaan dengan wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya” (HR.Ahmad dan Tirmidzi).
Hadits ini secara jelas melarang aktifitas khalwat atau berdua-duaan dengan yang bukan mahram. Karena sungguh, pihak ketiga dari dua anak manusia yang berlainan jenis adalah syaitan.Syaitan akan menghembuskan bisikan-bisikan lembut agar kedua orang ini melakukan sesuatu yang lebih. Mereka yang semula ngobrol sambil memandang si dia dengan lebih lama akhirnya terjebak pada hal yang lain. Sungguh syaitan akan membuat indah sesuatu yang belum halal dilihat itu. Yang perempuan jadi terlihat jauh lebih cantik, dan yang laki-laki terlihat jadi lebih tampan.
Peluang melakukan zina dalam hal ini terbuka lebar karena memang manusia sendirilah yang mengundang syaitan untuk jadi pihak ketiga. Sungguh benar Islam sebagai dien dan petunjuk jalan hidup kita untuk melakukan tindakan pencegahan agar jangan sampai terjadi perzinaan. Ibarat penyakit, jauh lebih baik mencegah daripada mengobati.
===============
PACARAN....? CEWEKLAH YANG DIRUGIKAN !!
Sebenarnya apa untungnya pacaran bagi wanita? saya tidak menanyakannya kepada laki-laki sebab ia lebih sebagai KONSUMEN belaka.
Betapa tidak, barang 'yang tersimpan' dengan baik itu pastilah 'orisinil' dan itu adalah paling berharga bagi laki-laki yang baik, bahkan laki-laki buruk juga menginginkan itu !!!!
Lalu, karena godaan nafsu; uang, jabatan, harta, reputasi, cita-cita, dia yang suci itu rela sedikit demi sedikit melepaskan kesuciannya; mulai dari kerudung hingga kepada yang paling berharga, mahkotanya 'keperawanan.'
Setelah hilangnya 'mahkota' dia menjadi liar dan sebaliknya bukan dicari tetapi MENCARI.....
Dia hanya mau mempermainkan setelah dipermainkan dan tidak berani serius lagi sebab tidak akan ada yang mau kecuali.... Menyesal.... Itulah kata akhir yang akan menemani hidupnya......
Jelas sekali bahwa wanitalah pihak yang dirugikan dari berpacaran, lalu mengapa kita ragu untuk meninggalkanya? Atau ada yang berkilah “kita kita masih dalam taraf wajar kok pacaranya...” larangan Allah sudah jelas, mendekati saja tidak boleh alias berpacaran. “congratulations to you” alias selamat buat kalian yang belum pernah mencicipi pacaran, kalian harus bangga karena sudah bisa menjaga kehormatan kalian, jangan khawatir dicap “gak laku” karena memang kebaikan itu selalu dihiasi keburukan oleh syetan, dan yang sudah terlanjur nyelup, alias masuk kedalam kubungan cinta palsu, meka bergegaslah untuk menarik dari ‘peredaran’ nafsu syahwat dan jangan sekali-kali dirimu tergoda atau sekedar "tengok-tengok", karena engkaulah yang akan mendapat kerugiannya.
Mungkin ada diantara kita yang Orangtuanya bangga anak perempuannya pacaran. Mungkin mereka belum sadar, bahwa ketika pacaran, sebenarnya anak perempuannya sedang "dipinjam"
Naaah, maukah orangtua meminjamkan anaknya yang akan dipulangkan dalam keadaan hancur, Orangtua mana yang tidak akan Hancur hatinya ? Maaf Pak, Bu, kalau sudah begini, masih bangga kalau anaknya jadi ” Barang Pinjaman ” ?
Semoga hal ini menjadi pelajaran.....
Yakin Mau Pacaran? Yang Masih pacaran, Mending putusin dari sekarang !!
http://www.facebook.com/pages/Menuju-Hari-Lebih-Bermakna/209926689035016?ref=ts&fref=ts
— bersama Noer Shity, Siti Maisyarah II, Bunda Ara Wina, Muha Chiee Musyfiatul Quluub dan Bethh Miyuki LovErz Ay.
1. Orang yang pacaran, berarti ia telah bermaksiat...
2 Orang yang pacaran biasanya bangga kalau ia punya pacar. Bangga atas maksiat merupakan kemaksiatan...
3. Orang yang pacaran juga biasanya pamer kalau ia punya pacar. Pamerkan maksiat merupakan kemaksiatan...
4. Orang yang pacaran tidak peduli kalau pacaran itu haram. Meremehkan maksiat merupakan kemaksiatan...
5. Orang yang punya pacar juga biasanya ngomporin orang yang jomblo untuk pacaran. Mengajak kepada maksiat merupakan kemaksiatan...
6. Kesimpulannya: Pacaran merupakan maksiatnya maksiat-maksiat...
http://www.facebook.com/pageislamituindah
========================
Karna Pacaran termasuk salah satu jenis zina, karena biasanya tidak lepas dari salah satu hal:
1-Raba-meraba/belai-membelai/senggol-menyenggol, dan ini merupakan zina tangan.
2-Melihat lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina mata.
3-Mendengarkan pembicaraan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina telinga.
4-Berbicara dengan lawan jenis dengan syahwat, dan ini merupakan zina lisan.
5-Berangan-angan melakukan tindakan haram, adalah zina hati.
6-Atau bahkan sampai zina beneran dengan berhubungan seks.
Maaf....^___^
Akan tetapi zina no 1-5 berbeda statusnya dengan yg nomor 6, baik dari sisi besar-kecilnya dosa, maupun dari efek dan akibat yg ditimbulkan (namun dosa apapun tidak ada yg pantas dianggap enteng). hanya saja, no 1-5 bila tidak dihindari akan menjerumuskan pelakunya -cepat atau lambat- kepada zina yg sesungguhnya. jadi harus diwaspadai sejak dini. Kebanyakan orang yg pacaran sebelum menikah justru tidak langgeng rumah tangganya, karena masing-masing hanya mencari kepuasan seks, oleh sebab itu begitu ada calon lain yg lebih menarik segera yg pertama ia tinggalkan… atau walaupun telah menikah tetap saja ia pacaran/berselingkuh dgn yg lain… beda dgn yg tidak pernah pacaran.
ustadz sufyan fuad basweidan ‘Jagalah kehormatanmu saudariku. Lelaki manapun yg belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu, biarpun atas nama cinta.
Wahai saudariku…
Biarlah hanya satu lelaki yg paling beruntung yg dpt menikmati dirimu seutuhnya yakni suamimu kelak…
Ketika ikatan antara kalian halal dan berbuah ridho-Nya…”
>>>Wahai wanita muslimah…
Engkau bagai intan berlian yg terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi.
Engkau bukan emas campuran murahan yg terpajang di etalase depan toko dan dgn seenaknya sang pembeli dpt merabamu, memegangmu dan memakaimu hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yg sama!!<<<
Wanita sholehah itu...
Wanita muslimah ibarat perhiasan atau barang mahal. Barang mahal memiliki ciri-ciri:
(1) dijual di toko berkelas,
(2) disimpan di etalase yang hanya bisa dipandang dibalik kaca,
(3) disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh isinya,
(4) tidak bisa dicoba dulu,
(5) harganya mahal dengan jaminan memuaskan, dan (6) bergaransi.
“Toko berkelas” adalah keluarga Muslim yang bermartabat yang taat pada agama.
“Disegel, tidak bisa dibuka dan disentuh” adalah prinsip dibalik busana Muslimahnya.
"Tidak bisa dicoba dulu” adalah prinsip menjaga kehormatan dengan tidak bisa bermesraan dan menggaulinya tanpa menikahinya dulu.
“Harganya mahal” adalah pembelinya harus laki-laki yang juga mahal (akhlaknya terjaga dan kepribadiannya terpuji).
Laki-laki murahan tidak akan sanggup membeli perempuan mahal karena tidak akan berani, segan, malu mendapatkannya dan merasa dirinya tidak seimbang; “bergaransi” adalah orisinil, dijamin masih gadis dan belum disentuh laki-laki lain.
Kebalikan dari barang mahal adalah barang murah. Ciri-cirinya:
(1) banyak tersedia di toko murah, di emperan atau di pasar,
(2) tidak disegel,
(3) diobral,
(4) boleh dicoba, bebas disentuh-sentuh, dipegang-pegang, dicoba berulang kali oleh banyak orang,
(5) setelah dicoba boleh tidak jadi dibeli,
(6) tidak ada garansi.
copas dari Ikhwah Gaul
Betulkan pakaianmu wahai akhwat.
Berjilab Dengan Benar… Mulailah dari Sekarang… Sebelum Terlambat…
Berjilbab Dengan Benar.. Tubuh Ditutup Jilbab dan Hati Dihiasi Akhlakul Karimah.. Tidak Ada Alasan Memperbaiki Hati Dulu Sebelum Berjilbab.. Yang Benar Adalah Keduanya Wajib Dikerjaan Bersamaan; Tubuh Di Jilbab-in dan Hati Di Bener-in.. Selamatkan Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka.. Mulailah dari Sekarang Sebelum Terlambat.. Sebelum Ajal Datang Menjemput.. Sesal Dahulu Pendapatan, Sesal Kemudian Tiada Guna..
BerIslam Secara Total [Kaaffah] dan Tidak Setengah-Setengah.. Allah Mencintai Anda.. Allah Meridhai Anda.. Allah Memberikan Barokah Kepada Anda.. Carilah Ridha Allah dan Jangan Takut Hinaan Manusia.. Jangan Terbalik, Mencari Ridha Manusia Padahal Mendatangkan Murka Allah.. Anda Bisa dengan Pertolongan Allah..
Mulailah dari Sekarang.. Mulailah dari Sekarang.. Mulailah dari Sekarang.. Sebelum Terlambat!!!.. Sebelum Menyesal!!..
Mantapkan Hatimu.. Melangkahlah.. Allah Menolongmu.. Allah Membantumu.. Allah Bersamamu.. Bismillah Tawakkaltu ‘Alallooh…
“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
( Al-Qur’an Surat 33 Al-Ahzaab Ayat 59).
http://www.kajianislam.net/2011/11/beginilah-gambar-perempuan-yang-kepalanya-ibarat-punuk-onta-yang-disebutkan-oleh-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-ala-alihi-wa-sallam-dalam-hadits-shahih-riwayat-imam-muslim-dan-lainnya-bahwasanya-mer/
http://www.kajianislam.net/2011/11/berjilbab-dengan-benar-beserta-syarat-syaratnya-materi-yang-disampaikan-pada-kajian-ibu-ibu-di-masjid-an-nur-jagalan-cairo-malang-selasa-sore-29-nopember-2011/
http://www.kajianislam.net/2011/06/berjilab-dengan-benar-mulailah-dari-sekarang-sebelum-terlambat/
Simak percakapan di bawah ini,,,,
A: Mbaknya aliran apa sih mbak kok pakai kerudung gede banget?
Y: Saya Islam tanpa embel-embel mbak. :)
A: Iya saya tau Islam. Tapi Islam apa?
Y: Ya Islam saja mbak. :)
A: Maksud saya Islam yang seperti apa? Aliran apa?
Y: -_-' Nggak ada alirannya mbak.
A: Bukan, kan kerudung mbak gede banget, itu Islam aliran apa gitu loh mbak?
Y: -_-' Saya tanya balik. Mbaknya Islam kan?
A: Iya saya islam.
Y: Mbaknya aliran apa kok nggak pakai kerudung???
A: ......
dari al alkh Fauzan
----------------
catatan: maksudnya, menutup tubuh dgn jilbab dan baju yg lebar dan longgar memang merupakan kewajiban wanita muslimah dan ajaran asli dari islam,, sehingga siapapun tidak perlu heran,
Fungsi jilbab adalah menutupi kecantikan wanita sehingga tidak menarik perhatian pria dan tidak memancing kejahatan. Karena itu, jilbab yang seksi/modis/ketat tidak memenuhi fungsi ini karena masih menarik perhatian pria dan masih menimbulkan fitnah bagi yang memandangnya
Langganan:
Postingan (Atom)